07
Jun
2016
TNI Menuai Pujian Saat Membantu Warga Singkirikan Sisa-Sisa Puing Bangunan Kebonharjo
Pembongkaran kampung kebonharjo di area pembangunan rel kereta api Stasiun Tawang, Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, TNI menerjunkan personel untuk membantu warga. Mereka bersama warga membersihkan puing-puing bangunan pada hari ini.
Menurut Komandan Koramil (Danramil) 03/Semarang Utara Mayor Inf Suryo Subagio, langkah ini diambil untuk meringankan beban warga Kebonharjo. Bukan hanya tenaga manusia, rencananya TNI juga akan membawa alat berat ke Kebonharjo agar pembersihan lebih cepat selesai.
"Tim ini merupakan gabungan dari koramil-koramil di Kota Semarang," kata Mayor Infanteri Suryo Subagiyo di Kebonharjo, Semarang.
Suryo menuturkan anggota yang dikerahkan untuk membantu warga
sebanyak 25 gabungan Koramil se-Kota Semarang. Tugas utama para tentara
ini membantu warga yang membutuhkan.
Sampai kapan mereka akan
mendampingi warga? Suryo menyebutkan bahwa kegiatan Koramil tersebut
tidak dibatasi waktu. Koramil masih akan membantu warga selama
membutuhkan.
Atas hal ini, warga Kebonharjo mengaku sangat berterima kasih dan memberikan hormat kepada pasukan penjaga teritorial ini.
iyo, salah satu warga menyebutkan bahwa berita yang terangkat di
permukaan lebih banyak menyoroti bentrokan yang terjadi. Padahal, dalam
hal ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) justru yang meminta Polrestabes
Semarang sebagai eksekutor.
"Yang pasti kami sangat hormat dengan
tentara. Sama-sama digaji negara mereka sangat membantu. Beda dengan
polisi yang datang-datang membawa senjata lengkap, jadi tak terlihat
niat bernegosiasi," kata Giyo.
Sejauh ini, kedatangan tentara di Kebonharjo diterima dengan sangat
baik oleh warga. Sementara anggota Polrestabes Semarang justru mendapat
makian.
"Menghadapi warga kampung yang bingung, ada ribuan aparat
Polrestabes Semarang justru menodongkan senjata kepada warga hingga
akhirnya terjadi bentrok," ujar Giyo.
Polisi justru menembakkan
gas air dan peluru karet ke arah kerumunan warga. Hingga hari ini tidak
ada aparat polisi yang turun tangan membantu warga Kebonharjo.
Pascapenggusuran, saat dibersihkan warga menemukan 44 selongsong peluru
di puing-puing gusuran bangunan. Di antaranya, warga nenemukan 31 butir
selongsong peluru karet, empat selongsong kecil gas air mata, dan empat
selongsong besar gas air mata.
Sementara itu Wali Kota Semarang
Hendrar Prihadi juga menunjukkan kejengkelan terhadap PT KAI. Terutama,
ketika ia sedang menyalati jenazah warga, ternyata PT KAI yang bisa
menghentikan penggusuran justru memanfaatkan kedukaan warga.
"Mbok ya menghormati kepada yang meninggal," ujar wali kota yang akrab disapa Hendi itu.
Adapun
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebutkan, PT KAI tak bisa
seenaknya menyebut bahwa warga tidak sah menempati kampung itu. Ganjar
meradang ketika mendengar bahwa PT KAI menyebutkan bahwa sertifikat hak
milik warga tidak sah.
"Enak saja, yang bisa mengatakan itu sah
atau tidak bukan Anda tapi putusan pengadilan. Maka terhadap mereka yang
mempunyai SHM, harus dihargai," kata Ganjar menanggapi masalah
sertifikat tanah milik sejumlah warga Kampung Kebonharjo.
Sumber : liputan6.com
Sewaalatberat
Sewabeko
Sewaexcavator
Tangerang